Tittle : When Can't Sleep
Author : mingprayed on twitter
Cast : Lee Sungmin, Park Seun Yol a.k.a You
Rated : T
Lenght : oneshoot
Genre : Silahkan readers tentukan sendiri ///////dihajar
Summary : Indah, sangat indah (gaje lagi =_=)
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
00.25
"Eeungh," Sungmin melenguh kecil untuk sesekali merenggangkan otot tubuhnya. Ini masih tengah malam, tetapi jendela balkon apartemennya terbuka. Tanpa mencari taupun Sungmin sudah mengerti siapa pelakunya
Kakinya perlahan menghampiri sesuatu yang sedari tadi menggerayangi pikirannya.
"Kau belum tidur, hm." Seun Yol terjengit kaget saat pinggang kurusnya direngkuh oleh sepasang lengan milik suaminya. Back hug.
"Aku sama sekali tidak mengantuk, huh." Seun Yol mengerucutkan bibirnya imut, sedang Sungmin hanya mencubit gemas pipi sang istri. Dagunya bertengger manis di bahu Seun Yol. Seperti ini malam yang begitu langka bagi keduanya.
"Apa kau tidak lelah, chagi?"
"Sedikit." Keduanya menghela nafas, Sungmin menuntun tubuh Seun Yol agar terduduk dilantai balkon yang sengaja diberi karpet berwarna biru kesukaan Seun Yol agar mereka tidak kedinginan saat bersantai disana. Seun Yol memposisikan duduknya menyandar di dada Sungmin, dan menyamankan diri.
"Bagaimana lukamu? Apa masih terasa sakit." Sungmin menyentuh dengan lembut pergelangan tangan kiri Seun Yol yang terbalut perban. Merasa sedikit bersalah, karena mungkin ini salah satu kelalaiannya yang tidak bisa menjaga Seun Yol dengan baik. Sehingga menyebabkan istrinya ini terjerembab diantara ribuan fans Super Junior yang siap menonton konser mereka.
"Tak apa, ini kan luka kecil, oppa. Lagi pula rasa sakitku terbayar setelah melihat konser kalian yang ternyata tetap berkesan untukku. Walaupun salah satu dari kalian bahkan menjadi suamiku." Seun Yol mendongak menatap kearah Sungmin, tersenyum jahil pada suaminya. Sungminpun terkekeh, yang dikatakan sang istri membuatnya kagum. Jiwa ELF seorang Seun Yol selalu tersimpan dalam dirinya. Meski kapanpun ia bisa saja bertemu langsung dengan Super Junior.
"Istriku ternyata kuat eoh." Berganti Sungmin yang menggoda Seun Yol. "-ehmm, gomawo ne." Dikecupnya pucuk kepala Seun Yol dengan sayang. Aroma wangi rambut Seun Yol selalu menguarkan bau vanilla yang membuat Sungmin semakin gemas.
"Terima kasih untuk apa oppa. Kau mulai bersikap aneh lagi. Apa hanya padaku saja kau bersikap seperti ini." Suasana mulai menghangat.
"Gomawo atas perasaanmu yang sangat kuat terhadap Super Junior, aku tidak mengira kalau kau akan memberi perasaan sedalam itu pada kami. Ku fikir setelah kujadikan istri, kau akan bosan melihat ahjussi itu setiap hari." Huh. Jika saja Seun Yol berulang tahun hari ini, ingin sekali ia meminta pada Tuhan untuk diberikan izin menghajar suaminya habis-habisan karena begitu mudahnya Sungmin merendahkan perasaannya.
"Ani...ani, kau kira 7 tahun itu mudah untuk melupakan kalian begitu saja. Cihh, kau itu merendahkan perasaanku ya." Geram Seun Yol tak terima. Tangan Sungmin yang sedari tadi melingkari perutnya, ia lepaskan dengan kasar. Tangan Seun Yol pun terlipat di depan dada, membuktikan bahwa kemarahannya kali ini tidak main-main.
"E-eh. B-bukan begitu maksudku chagiya. Sungguh." Sungmin yang kalap dibuat bingung istrinya sendiri. Sejujurnya bukan bermaksud juga Sungmin bicara seperti tadi.
"Ayolah, kenapa kau jadi sensitive chagiya. Sedang ada tamu bulanan, ne." Tanya Sungmin tanpa dosa dengan raut muka polos pula. Otomatis Seun Yol yang mendengarnya jadi berblushing ria. Tidak menyangka kalau Sungmin sama sekali tidak peka terhadap perasaannya.
"Salahkan dirimu yang tidak peka, menyebalkan." Seun Yol menggapai pembatas balkon untuk membantunya berdiri. Bermaksud jauh-jauh dari Sungmin rupanya.
Dan detik selanjutnya Sungmin ikut berdiri kemudian memposisikan dirinya di sebelah kanan Seun Yol. Tangannya yang menganggur dipakainya untuk mengangkat dagu Seun Yol yang menunduk, agar ia dapat melihat mata berkilau milik sang istri yang kelihatannya tidak berbinar seperti biasa karena moodnya telah di rusak oleh suami dia sendiri.
"Chagiya, kau tau." Sungmin menjeda kalimatnya,.sekali lagi menatap penuh kedua bulatan iris milik Seun Yol "-aku cemburu jika saja perasaanmu masih ada untuk Super Junior. Dengan begitu kau juga mencintai mereka bukan? Kau mau membagi cintamu untuk orang lain. Lalu bagaimana dengan suamimu ini." Lirih Sungmin manja namun terlihat bersungguh-sungguh. Setelah memberanikan diri, akhirnya Seun Yol membalas tatapan Sungmin yang terkesan menggetarkan itu.
Tak ada jawaban.
Seun Yol masih saja mempoutkan bibirnya mendengar Sungmin bicara seperti itu.
"Kau tidak tau sih, begitu sulitnya mempertahankan orang lain yang juga membutuhkan cintaku, kemudian aku harus membaginya. Tapi untukmu, aku tidak pernah membaginya. Aku memberikan semua hatiku bahkan diriku hanya untukMU." Entah perasaannya saat ini seperti apa, yang jelas. Satu hal yang ingin ia lakukan...menangis..
"Hiks...kau ternyata hiks...belum bisa mengerti aku...hiks.." Mata itu mulai membasah, lelehan air yang nampaknya hangat. Meluncur bebas hingga jatuh di tangan Sungmin yang sedang memegangi dagu Seun Yol.
"Aigoo, jangan menangis, jebal. Aku tidak bisa jika harus melihatmu seperti ini chagiya. Sssstt, mianhae. Jeongmal mianhae." Tangannya menghapus tiap air mata yang jatuh di sudut mata Seun Yol.
"Mianhae ne." Direngkuhnya tubuh rapuh sang istri yang bergetar melawan tangis. Tak apa bila untuk mendapat maaf dari Seun Yol dia harus beribu-ribu kali mengucapkan kata 'maaf'.
"Mianhae mianhae mianhae mianhae mianhae...mi"
"Sssstt." Potong Seun Yol ketika pelukan itu dilepas secara sepihak oleh Seun Yol. "Sudah puas bicaramu?"
"Eh?"
"Hahhh." Sang istri menghela nafas berat "sudah kumaafkan, arraseo." Berbeda dengan sebelumnya, sekarang mood Seun Yol sudah kembali eoh?
"Oppa?"
Sungmin kebingungan sendiri, namun tetap menjawab panggilan istrinya.
"Hnnmm."
"Aku kedinginan, ayo masuk."
Ya, Sungmin tau satu hal yang sering terjadi pada istrinya. Sebesar apapun ia marah pada Sungmin, ketika mendengar Sungmin meminta maaf maka secepatnya ia akan memaafkan. Walau kadang Sungmin sedikit memprotes sikap pemaaf Seun Yol, aneh. Tapi itulah yang Sungmin ingin lakukan.
"Kau dingin sayang? Baiklah ayo masuk,"
Saat akan menggandeng tangan Seun Yol tiba-tiba saja-
Tekkk
"Kyaaaa." Suara jeritanlah yang terdengar.
"Ckk, listrik padam." Mati lampu rupanya pemirsah -_-
Memang pada dasarnya kebanyakan yeoja takut pada kegelapan, tak terkecuali Seun Yol. Reflek tangannya mencengkram erat pakaian Sungmin.
"Tenanglah ada aku chagiya." Meski gelap, sama sekali tidak membuat Sungmin buta akan keberadaan istrinya yang ketakutan dibelakang badannya.
"Kemarilah, aku akan menggenggam tanganmu. Kemari." Perintah Sungmin lagi. Dan yang diperintahpun hanya menurut, tidak ada alasan untuk menolak disaat suasana mengerikan -menurut Seun Yol- seperti ini.
"Oppa, aku takut." Ucap Seun Yol, wajahnya ia sembunyikan di dada Sungmin entah sejak kapan.
"Sssstt, aku melindungimu disini chagiya. Tak usah takut ne, lebih baik kita segera masuk. Okey.."
Seun Yol mengangguk. Entah lupa, atau karena saking takutnya sampai membuatnya tidak sadar kalau gerakannya saat ini tidak mungkin terlihat oleh Sungmin.
.
.
.
.
.
.
.
02.35
"Kenapa belum menyala juga? Aku jadi semakin tidak bisa tidur uuhh." Omel Seun Yol sambil terus memeluk Sungmin.
Tadi marah, sekarang merajuk. Itu membuat Sungmin terkekeh dan makin mengeratkan pelukannya. Saling memberi kehangatan.
"Coba sekarang kau pejamkan matamu chagi. Dan beri tau apa yang kau lihat."
"G-gelap." Jawab Seun Yol ragu.
"Lalu, sekarang bukankah sama saja seperti saat kau memejamkan mata. Kenapa tidak menganggap ini adalah dunia mimpimu. Dan ketika nanti kau terbangun, semua akan kembali terang." Jelas Sungmin senang.
"Tetap tidak bisa. Kenapa tidak nyalakan saja lilinnya, oppa." Rajukan itu kembali meluncur pada bibir Seun Yol.
"Itupun kalau kita masih punya. Lagi pula, beginipun tidak buruk kan?" Sungmin tersenyum aneh, yah ini bisa saja disebut seringaian namun gagal. Dan sial Seun Yol tidak dapat melihatnya.
"Yaa, apa yang kau lakukan." Seun Yol sontak terbangun dari posisi tidurnya ketika merasakan sesuatu meraba tubuh bagian belakangnya. Dan kita tau siapa si pelaku. Siapa lagi kalau bukan seorang Lee Sungmin yang sedang dalam mode ON.
"Memangnya kenapa jika aku menyentuh ISTRIKU? Itukan hakku." Ucap Sungmin penuh penekanan. Sedangkan Seun Yol merona begitu saja. Beruntung tidak ada penerangan di ruangan ini karena listrik masih saja mati. Sehingga tidak perlu orang lain melihat rona dipipinya.
"T-tapi kan.."
"Aniya, kau pasti mau menolakku lagi. Seperti hari-hari sebelumnya."
Seperti yang kalian tau pasangan Lee Sungmin dan Park Seun Yol...ralat Lee Seun Yol, mereka adalah sepasang SUAMI ISTRI. Dan kehidupan ini sudah berjalan kurang lebih 2 bulan. Tapi selama itu pula, Sungmin belum bisa memiliki Seun Yol seutuhnya, penyebabnya karena Seun Yol sendiri belum siap untuk di sentuh o.O
Baiklah, mari kita kembali pada dua makhluk yang sibuk berdebat beberapa detik yang lalu.
"Tapi ini sudah sangat larut. Makannya lihat waktu dulu dong." Elak Seun Yol. Ada rasa sedikit tak enak juga ketika harus menolak Sungmin terus-menerus. Padahal sesuatu yang ia tolak sudah seharusnya menjadi suatu kewajiban yang perlu ia lakukan juga. Namun sesuatu yang dipaksakan juga tidak terlalu bagus kan? Jadi, siapa yang bersalah diantara keduanya? *author mikir
"Tck." Sungmin berdecak malas. Selalu saja...
'Apa dia marah?' Batin Seun Yol. Bagaimanapun ini masih dalam keadaan listrik padam, melihat tubuhnya sendiripun sangat mustahil. Apalagi melihat keadaan suaminya.
Dengan segala keberanian yang susah payah ia kumpulkan. Akhirnya Seun Yol menghampiri Sungmin ragu-ragu. Dirabanya apapun yang berada di atas ranjang, bukan apa-apa. Ia hanya ingin tau posisi Sungmin.
"Oppa." Panggil Seun Yol lirih, ia tidak berfikir suaminya sudah tidur. Karena ia yakin, sepasang mata itu kini tengah terbuka lebar. Hanya pemiliknya -Sungmin- mungkin masih dilingkupi perasaan kesal, seolah bersuara adalah beban bagi Sungmin.
"Aku tau kau belum tertidur. Jadi aku minta untuk menjawabku, ne." Seun Yol menemukan dimana Sungmin berbaring, kemudian dengan manjanya ia menaruh dagunya pada satu lengan atas Sungmin yang terbuka karena Sungmin sendiri terbaring dalam posisi miring.
"Baiklah, ku anggap kau sudah tidur. Jaljayo, yeobo." Seun Yol mengecup pelipis Sungmin, hanya itu yang tergapai oleh bibirnya.
Sungmin menyeringai, Seun Yol mengira Sungmin tertidur, itu salah besar. Sebuah ide jahil muncul dalam otak Sungmin,
Secara mendadak Sungmin membalik tubuhnya, mengira-ngira letak perut Seun Yol. Siapa tau? Ternyata ilmu mengiranya tidak salah.
"Hmmpt, hhahhahahaha hentikan...hahaha..oppa, geli...hentikan..hahhaha." Seun Yol menggeliat tak nyaman karena menahan geli yang teramat sangat ketika Sungmin melancarkan ide jahilnya untuk menggelitik Seun Yol, dan itu ia lakukan tanpa ampun.
"Hhahaha..huks..oppa, geli...haha geli." Setitik air mata turun dari sudut hazel milik Seun Yol, menangis? Tidak. Rasa geli inilah yang memancing keluarnya cairan bening tersebut.
Sungmin ikut tertawa mendengar kekehan Seun Yol. Semakin lama, pergerakan Seun Yol nampak tak beraturan. Badannya meliuk-liuk aneh, kakinya menendang-nendang udara hampa.
Bughhh~
"Eh?" Seun Yol mengernyit bingung, apa suaminya sudah lelah sehingga berhenti secara mendadak.
"Awww, a-ah sakit..sshh." Sungmin mendesis...kesakitan. Itulah suara yang berhasil tertangkap pendengaran Seun Yol.
"Se-seun Yolie," panggil Sungmin lengkap lirihan deritanya.
"Oppa, gwaenchanayo." Panik. Seun Yol meraba punggung Sungmin dengan lembut. Dia berfikir keras terhadap sesuatu yang terjadi pada suami tercintanya.
"Kau.....menendang...eughh..mi.."
"Kyaaaaa, aku mengerti sekarang." Seun Yol kalang kabut, sibuk mengelus-elus punggung Sungmin dengan cepat. Seiring dengan detak jantungnya yang beradu. "-mianhae oppa, aku tidak sengaja. Habisnya kau sendiri jahil padaku. Itulah akibatnya." Bukannya menolong. Malah sebuah peringatan tak berarti yang keluar dari bibir Seun Yol.
"Bagaimana bisa kau menyalahkanku." Bantah Sungmin ketika sakit itu sudah tidak separah tadi. Keduanya kembali beradu tak jelas, suasana hening berubah pecah seketika saat kedua makhluk dalam satu ranjang itu saling beragumen.
"Kau harus tanggung jawab chagi."
"Shireo,"
Tekkk
Listrik menyala. Sejenak rasa senang melingkupi perasaan Seun Yol. Namun tidak, saat dilihatnya entah sejak kapan Sungmin sudah berada diatas tubuhnya.
"Ingat, kau harus tanggung jawab." Seringaian yang mirip dengan milik Kyuhyun kini terpatri di bibir namja berambut blonde di atasnya.
"Huwaaa, ANDWAEE.." jerit Seun Yol histeris.
.
.
.
.
.
.
END
Finally, paling seneng dah author bikin ending yang menggantung -'_'-. Tapi reader sudah harus punya gambaran sendiri apa yang terjadi sama mereka ^^v selanjutnya.
Akhir kata.
Mind to coment?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar